Melanjutkan seri "renungan" jongko Joyoboyo yang telah diulas sebelumnya yang menyebutkan bahwa ketika Zaman terbalik keadilan itu tidak bisa ditegakkan, sehingga Adil itu tidak ada. Manusia cuma mengutamakan kepentingan pribadinya masing-masing. Yang sesuai untuk pribadinya sendiri, akan dipakai, jika tidak sesuai akan dibuang, lantas apakah yang terjadi ?.
Jangan Mudah Terkejut dan Jangan Mudah Takjub akan segala sesuatu
Maha Suci Engkau ya Allah, tidaklah kami ketahui sesuatu kecuali yang sudah Engkau beritahu pad kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
___________________________________________________________Be-SWN
Maha Suci Engkau ya Allah, tidaklah kami ketahui sesuatu kecuali yang sudah Engkau beritahu pad kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
___________________________________________________________Be-SWN
Tampilkan postingan dengan label Zaman Terbalik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaman Terbalik. Tampilkan semua postingan
Zaman Terbalik : ADIL Itu Tidak Ada
Setelah Manusia lebih hina daripada hewan, lantas apa lagi yang terjadi ketika zaman Jayabaya (Qolbu dipenjara) terjadi. Mari kita baca kembali lanjutan kata-kata dari Jongko Joyoboyo berikut ini :
Akeh manungso lali asale.
Banyak manusia lupa asal – usulnya,
Ukuman Ratu ora adil.
hukuman ratu tidak adil
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pangkat yang jahat dan janggal,
Akeh kelakuan sing ganjil.
banyak perbuatan yang janggal
Zaman Terbalik: Manusia Lebih Hina dari Hewan
Setelah pribadi ini sudah merasa Sexy dengan kesalahan dan tidak sadar telah memuja dan menTuhankan Uang, lalu yang terjadi ?
Zaman Terbalik: Uang adalah TUHAN
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya dalam postingan salah adalah seksi masih banyak lagi kejadian – kejadian yang tidak seharusnya terjadi tetapi nyatanya terjadi, dan pribadi yang berbuat begitu enjoy dan bersuka ria dalam melakukan hal itu. Seperti apakah perbuatan itu ?
Zaman Terbalik: Salah Itu Seksi
Kalau akal sudah menguasai seluruh komponen DIRI seperti yang sudah diulas di Pendahuluan, maka banyak sekali hal–hal yang terjadi, yang semua itu hanya untuk mementingkan pribadinya sendiri-sendiri, entah itu yang bertema kebaikan maupun keburukan, sehingga hidup pribadi itu dipenuhi dengan hayalan dan emosi. Banyaknya hayalan dan emosi membuat pribadi itu banyak berucap janji, tetapi banyak yang tidak ditepati karena berbenturan dengan kepentingan yang lain. Bahkan berani bersumpah padahal sudah tahu tidak akan dapat melakukan sumpahnya dan banyak juga yang untuk menutupi kesalahan-kesalahannya (sumpahnya dilanggar sendiri).
Zaman Terbalik : Pendahuluan
Setelah banyak pribadi yang mengekang dan memenjarakan qolbu, seperti yang telah diulas di Zaman Jayabaya, maka akan muncul berbagai perubahan – berubahan yang terjadi pada lingkungan, yang sifatnya adalah asal-usul terjadinya kemungkaran, kejahilan, kezaliman dan ketidak adilan ,seperti yang digambarkan oleh Joyoboyo sebagai berikut :
Zaman Jayabaya
Seperti yang pernah disinggung di posting Siapa Diri ini ?. kita secara sadar atau tidak, kita berada pada situasi zaman terbalik atau dalam bahasa jawa disebutkan “wolak – walike zaman” seperti yang pernah di lontarkan oleh sang raja Kerajaan Kediri pada abad ke sebelas yang bernama Jongko Joyoboyo. Dengan sebuah ramalan yang tidak asing yaitu “ramalan Joyoboyo”. Akan tetapi dalam blog ini yang saya coba ulas adalah ramalan tentang zaman terbalik dan bagaimana jika dicermin dalam DIRI.. Nah mari kita mulai.
Langganan:
Postingan (Atom)