Jangan Mudah Terkejut dan Jangan Mudah Takjub akan segala sesuatu

Maha Suci Engkau ya Allah, tidaklah kami ketahui sesuatu kecuali yang sudah Engkau beritahu pad kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
___________________________________________________________Be-SWN

Lir - Ilir

Bagi masyarakat Jawa, lagu ini sangatlah tidak asing, terutama yang beragama Islam, yang konon asal usul lagu ini dibawakan oleh para wali 9 yang berkiprah menyebarkan agama islam di tanah jawa. Tetapi tahukah anda maksud yang tersirat dalam lagu itu ?  Mari kita coba membaca dulu lirik lagu lir - ilir ... 

Lir ilir lir ilir …  tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodot ira

Dodot ira dodot ira kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo suraka surak Hiyo


Translate : 
Lir – ilir = Kipas–kipas, sayup-sayup
tandure wus sumilir = Tanaman sudah mulai tumbuh  
Tak ijo royo-royo = agar tetap hijau segar – bugar  
Tak senggo temanten anyar = Untuk dipakai pengantin baru  
Cah angon = Pengembala/ Pemimpin/ Pengendali  
Penekno blimbing kuwi = Panjatlah blimbing itu.   
Lunyu – lunyu penekno = Licin – licin (tetap) panjatlah 
Kanggo mbasuh dodot iro = Untuk mencuci baju kamu 
Kumitir bedah ing pinggir = tertiup sobek / berlubang di pinggir. 
Domdomono jlumatono= Jahitlah dan rapikanlah 
Kanggo sebo mengko sore= Untuk menghadap nanti sore. 
Mumpung padang rembulane = Selagi terang bulannya 
Mumpung jembar kalangane  = Selagi luas kesempatannya 
Yo surako surak hiyo = Ya bersoraklah sorak gembira.


Berikut adalah Makna Lir-Ilir 
Sebagai Cermin DIRI, Sebagai Cermin Agama, Cermin Hidup & Motivasi



Salam, Be-SWN

Yang menyerupai :
- Gundul-gundul pacul
- Jaran Teji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar